100 Hari Anasera

100 Hari Anasera

Hari ini, 27 November 2017, tepat 100 hari kepergianmu. Cepat? Ya, memang rasanya cepat sekali meskipun hari-hari dilalui dengan swing mood yang aduhai. Tak bisa dipungkiri, luka itu belum sepenuhnya kering. Manusiawi kan? Anggap saja begitu ya. hehe


Desember nanti harusnya kamu launching dan jadi kid jaman now yang sholehah, tapi ternyata takdir berkata lain. Allah lebih sayang kamu. Diangkat-Nya kamu ke surga ±4 bulan sebelum kamu melihat dunia.

Entah apa penyebabnya. Mungkin sejak awal pembuahan (atau pembelahan?) sudah ada kelainan. Ya, anggap saja itu takdir. Kalau sudah berbicara takdir ya mau gimana lagi, da kita mah apa atuh ya. Yang pasti ini terbaik buat kita.

Kami tau, Allah tidak akan memberi ujian di luar kemampuan hambanya. Allah mengambilmu kembali disaat usia kandunganmu ±5 bulan mungkin karena ada sesuatu yang tak mampu kami hadapi jika kamu dilahirkan ke dunia. Kami yakin, Allah itu adil, Nak. Dan janji Allah itu benar, Kami yakin akan ada hadiah terindah untuk kami (dan kita). Kami ikhlas dengan kepergianmu. Insyaa Allah, kami akan selalu berusaha semaksimal mungkin, berikhtiar agar kamu lekas punya adik yang sehat, sempurna, normal tanpa kekurangan satu apapun. Dan kami pun sadar, hanya Allah yang Maha Tau kapan kami siap menjadi orangtua yang bisa dititipi amanah terbesar yang bisa kami rawat, besarkan, kami didik hingga akhir hayat kami. Doakan kami, Nak, agar kami segera dipantaskan menjadi orang tua yang siap dititipi amanah terbesar.

Tetaplah jadi anak sholehah kebanggaan kami dan semoga kelak kamulah penolong kami (orangtuamu) di akhirat nanti. Dan kita bisa kumpul bersama. Aamiin. Selalu ingat kami ya, Nak. Selalu doakan kami.

Kamu anak yang kuat dan cerdas. Kamu sukses ngajarin ibu tentang seberapa besar kasih sayang orangtua untuk anaknya. Ya, meskipun kita belum bisa bersama di dunia, belum sempat bertegur sapa, tapi rasa itu sungguh besar. tak ada kata yang mampu menggambarkannya, hanya kita yang bisa merasakan. Ibu yakin, di alam sana, kamu pun merasakannya.

Baik-baik di sana ya bidadari surgaku. Meski ragamu tak lagi di sini, tapi kamu tetap ada di dalam jiwa kami. Maapkeun kami yang tak punya fotomu, padahal bentukmu sudah sempurna. Tapi biarlah, apalah arti foto, karena kamera terbaik adalah mata dan hati. Eaa eaa eaaaa.

Percayalah, sampai kapanpun (meskipun nanti kamu punya adik) Insyaa Allah kasih sayang kami akan tetap utuh dan sama untukmu. Kamu tau, nak, banyak orang yang sayang sama kamu meskipun mereka belum pernah melihat kamu.

 

Anasera,

I knew I loved you before I met you
I think I dreamed you into life
I knew I loved you before I met you
I have been waiting all my life

A thousand angels dance around you
I am complete now that I have found you (Lagunya om om savage garden 😄). .
.

We love you, Anasera Rezfani Putri

Al fatihah 😇

Leave a Reply