Belajar Menulis Bersama Akademi Bercerita Magelang

Sudah lama rasanya saya pengen ikut kegiatan berbau kepenulisan, hanya saja terkadang waktunya tidak tepat atau keberanian saya belum muncul. Mungkin perlu semedi di Gunung Tidar dulu baru bisa muncul.

Dan kali ini keajaiban terjadi *ngok*. Keberanian akibat rasa penasaran pun muncul. Saya memutuskan ikut kegiatan menulis gratis dari Akademi Bercerita Bentang Pustaka. Gratisan gitu loooh!. Sebenarnya saya pengen ikut dari gelombang pertama, sayangnya kala itu saya harus ke Bandung. Saat ini pun saya hanya bisa ikut 3x pertemuan karena setelah itu saya harus melakukan perjalanan mencari kitab suci *sungokong kali*.

Awal mula acara dimulai rasanya deg-degan banget loh. Merasa asing di tempat baru. Tetapi seiring berjalannya waktu, suasana mencair. Saya sangat menikmati kegiatan ini. Dari perkenalan, membahas materi, dan tiba-tiba seisi ruangan dikagetkan oleh tugas dadakan menulis bebas dalam waktu 15 menit. Pikiran blank, entah mau nulis apa. Akhirnya saya memutuskan menulis tentang kegiatan saat itu, yaa semacam curcol cyiiin. Tulisan asal tulis pun akhirnya jadi meski tak beraturan.
Ini tulisan saya saat itu.

——————————————–

Kunyalakan komputer tuaku yang bernama Jambrong. Awalnya hanya sekedar untuk memutar musik penyemangat pagi. Entah kenapa tiba-tiba hasrat onlineku memuncak. Lalu, dengan perlahan-lahan mulai kutancapkan modem di badan jambrong. Ya, perlahan-lahan karena jika kasar sedikit saja maka Jambrong akan hang.

Setelah modem terpasang, mulailah kuselami dunia maya menjenguk facebook yang mulai dijejali curhatan-curhatan manusia galau. Membosankan memang. Tetapi ada satu status yang menarik perhatianku, status berbau kepenulisan dari kawan dunia maya.

Tulisan itu berisi pemberitahuan tentang kegiatan menulis gratis dari akademi bercerita bentang pustaka. Sontak aku pun antusias menanyakan detil acara tersebut.

Hanya berselang beberapa jam aku pun mulai bersiap-siap agar bisa mengikuti acara tersebut. Acara ini adalah momen menarik dimana aku dapat belajar bagaimana cara menulis kreatif yang baik dan bagaimana agar tulisan kita dapat diterbitkan.

Tepat jam 1 aku tiba di lokasi, kulihat masih tampak sepi, nyenyet, seperti tak berpenghuni. Aku hampir lupa kalau ini perpustakaan.

———————————————

Absurd kan? Ahhaaha ya begitulah namanya juga belajar. Yang penting saya sudah berusaha semaksimal mungkin dan semampu saya.

Tujuan saya ikut kegiatan ini tentu saja ingin belajar tentang dunia kepenulisan. Pengen banget belajar menulis fiksi meskipun lebih tertarik non fiksi. Ya pokoe apapun itu pengen banget belajar. Siapa tau suatu saat bisa nerbitin buku sendiri. Aamiin Ya Allah… *antara ngarep dan berdoa*.

4 Comments

  • Achmad Mutohar October 12, 2014 Reply

    Semangat kakak! Wah tampilan blognya baru.. Keren! Kalau mau mencari kitab ke Gunung Tidar ikutan donk.. Hehe

    • amalia October 12, 2014 Reply

      Yuk yuk… nyari kitab undang-undang dasar 😀

  • sang nanang October 16, 2014 Reply

    asal terus dilatih ketrampilan nulisnya kan akan tumbuh dan tajam…..

    • amalia October 16, 2014 Reply

      iya bener mas nanang, setujuuu

Leave a Reply to amalia Cancel reply