Jangan Biarkan Copet Menggerayangimu!!

Gerombolan pencopet di sinetron komedi Preman Pensiun mengingatkan saya pada aksi pencopetan yang nyaris menimpa saya beberapa tahun lalu. Kejadian ini sempat saya tulis di blog lama yang sudah expireddan sempat masuk detik.com dan vlog vivanews . Cuma secuil sih, cerita kumplitnya ada di blog hijikabeh.com dan saya nggak punya backupnya. Hikz..

Memang sepertinya aksi copet mencopet tak lekang oleh waktu, dari dulu sampai sekarang masih ada aja tukang copet, khususnya di angkot. Entah kapan mereka insyaf. Insyaflah wahai pencopet. Lalalalaa~.

Magelang pun tak luput dari aksi pencopetan lho, nggak tanggung-tanggung, copetnya masih anak-anak! Jadi ceritanya gini, waktu itu saya naik angkot dan saya nggak ngeh ada bocah umur 10 tahunan turun dari angkot. Eh, nggak lama Pak supir ujug-ujug bilang “Saiki kudu ati-ati. Okeh cah-cah cilik sing do nyopet. Lihai tenan koyo alap-alap” (“sekarang harus hati-hati. Banyak anak-anak kecil pada nyopet. Lihai banget kayak burung alap-alap”). Deg!. Anak-anak nyopet?? Uedaaan!! Lagi-lagi anak-anak dijadikan alat!!

Belum lagi salah satu acara televisi menayangkan reportase tentang sekolah copet. Aiih mak semakin ngeri aja, copet pun ada sekolahnya!! Jadi mumet pala unyil! Ckckckck. Di sekolah itu para calon copet diajarkan cara mencopet yang baik dan benar. Jari-jari (hanya 2 jari) dilatih ‘blusukan’ ke saku korban. Sebelumnya, agar jari semakin lihai, mereka dilatih dalam beberapa tahap. Ada yang belajar mengambil bakso panas dengan 2 jari, kacang ijo, kacang tepung, melatih jari di pasir panas, air panas, segala macem lah pokoknya. Alamak, sungguh ‘kreatif’ sekali orang Indonesia.

Nah, karena aksi copet makin menggila, saya punya 2 tips sesat bin ngawur yang (mungkin) berguna untuk kita semua. Berikut tips mengamankan barang berharga agar tidak digerayangi copet.

Pakai celana pendek berkantung

Masukkan semua isi dompet yang jarang dikeluarkan, seperti KTP, ATM, SIM, Kartu BPJS, duit, dan apapun yang sekiranya nggak bakal dikeluarin, ke dalam saku celana pendek. Pastikan sakunya nggak bolong dan aman ya, gaes, kalau perlu ada kancingnya.

Celana Pendek

Celana Pendek

Lalu, rangkaplah celana pendek tersebut dengan celana jeans atau celana apapun sakarepmu.

Celana Pendek Rangkap Panjang

Celana Pendek Rangkap Panjang

Cara seperti ini cukup aman, mungkin akan sedikit mengganjal atau terasa berat, tapi percayalah, begitu copet memainkan jarinya, ia akan kebingungan, “kok barangnya ga keluar-keluar ya??”

Pakai Jaket yang ada saku dalamnya

Kebayang nggak, jaket punya saku di dalam? Macam jas gitu lah. Selain kece, ternyata jaket model begini berguna untuk pengguna angkutan umum. Terinspirasi dari emak-emak yang suka nyimpen duit di kutang, rupanya jaket model gini bisa digunakan untuk nyimpen uang dan handphone, dengan syarat saku agak dalam dan benar-benar aman.

Yup, seperti kita ketahui, menyimpan handphone di saku celana atau baju sudah sangat mainstream. Justru itulah yang diincar copeters. Tapi, menyimpan uang di saku dalam jaket kemungkinan akan aman sentausa. Kenapa? Ya nggak mungkin kan tangan copet beredar ke dada kita terus ngobok-ngobok saku dalam? kecuali dia memang menyerahkan mukanya untuk dijadikan bala-bala oleh penumpang lainnya.

Oke, mungkin tips ini juga bisa menginspirasi teman-teman pengusaha konveksi, bikin baju/jaket yang ada saku dalamnya dengan kedalaman agak dalam dan ada sletingnya.

Bagaimana, tipsnya cucok?? Kalau cucok silahkan dipraktikkan. Memang sih tipsnya belum diuji di laboratorium, jadi saya belum dapat memastikan tips di atas benar-benar tokcer. Eaaaa.

*maap kak gambar ilustrasinya terlalu yahud, ane bukan desainer grafis. Hihihi… ilustrasi jaketnya nyusul, ane belajar bikin jaket dulu yaaa

Leave a Reply