Mau Jualan Online? Baca Ini Dulu Deh!

Semakin mudahnya akses internet dan perkembangan teknologi membuat toko online semakin menjamur. Kalau mau iseng googling, ada banyak banget toko online bertebaran.Enggak cuma berbentuk website, sosmed dan aplikasi chat pun bisa jadi senjata mengais rejeki di dunia maya.

Saya sendiri udah agak lama menjadi bakul online serabutan, tepatnya sekitar tahun 2012, macem-macem produk dijual, tapi penyakit tifus (tidak fokus) membuat semua olshop saya mandek, dan baru sekitar 3 bulan ini saya kembali terjun di dunia online shop, yaitu jualan jam tangan original dan KW di Zlata Arloji bersama teman yang sudah jauh berpengalaman dari saya, lumayanlah belajar gratis sama dia. Hehehe. Selain itu saya juga membantu kakak saya jualan baju anak via fb dan bbm. Yaaa bisa dibilang saya ini masih pemula alias newbie yang masih perlu buanyaaaak belajar.

Dalam menggeluti dunia online shop tentu banyak suka dukanya dong. Suka duka yang bakal saya beberkan disini nggak cuma pengalaman pribadi, tapi ada juga pengalaman teman-teman saya yang lebih senior dan mulai “mapan” online shopnya. Ini nih suka dukanya, cekidot!!

Suka

Jalanin olshop bisa darimana saja, terutama untuk orang yang niat jualan untuk sampingan. Sambil kerja, kuliah, sekolah, nyuci, makan, tiduran, atau kejebak macet kita masih bisa jualan lho.

Modalnya minim. Yup, modal untuk jualan online sangat minim dibanding jualan offline. Bukan tanpa modal lho. Jangan percaya kalau ada iming-iming jualan online tanpa modal, pulsa juga kan modal, cuy. Ya kan? Ya kan??? Jadi, apapun usahanya pasti butuh modal, hanya saja lebih minim daripada offline.

Bayangkan, berapa juta yang harus dikeluarkan bila kita ingin membangun atau menyewa toko? Kalau online shop sih cukup modal website dan pulsa internet. Kalau modalnya agak lebih, bisa investasi lebih besar untuk iklan dan alat pendukung promosi lainnya.

Asyiknya lagi, online shop membuka peluang usaha tanpa harus punya barang. Yup, sistem kayak gini namanya dropship, jadi kita ga perlu repot-repot nyetok, packing, melakukan pengiriman, dan lain-lain. Penjelasan dropship kayak gimana, monggo googling sendiri aja ya. Hehehe. Ingat, cari supplier yang beneran supplier, bukan tukang tipu. Telusuri dulu jejaknya, cari info, apakah punya toko fisik, bisa cod (cash on delivery), gimana testimoni pembelinya, dan lain-lain. Sistem dropship juga bisa jadi batu loncatan kalau kita ingin berwirausaha tapi belum punya modal. Kalau diseriusin, hasilnya juga lumayan lho buat beli ondol-ondol atau cilok, ilmunya juga dapet.

Jualan online lingkupnya luas. Ya ya ya, jualan online membuat pasar kita lebih luas. Nggak cuma terpaku di satu daerah saja, tapi bisa ke berbagai daerah, bahkan luar negeri! Yup, siapa sih yang enggak mau dagangannya bisa muter di berbagai negara? Onlineisasi *halaaah* menjadi kesempatan besar untuk kita atau UKM yang ingin ekspor produknya.

Duka atau hal yang menjengkelkan

Jangan dikira jualan online selalu enak, ada banyak hal yang bikin nggak enak juga lho. Ini nih beberapa contohnya.

Ditipu supplier. Yup, kenapa jual-beli online harus ekstra hati-hati? Karena banyak penipu bergentayangan di jagad maya. Penjual maupun pembeli sama-sama berpotensi sebagai penipu. Kadang supplier terlihat baik di depan, setelah beberapa kali transaksi tiba-tiba…..JEGGGEER!! dia hilang begitu saja dan menggondol uang kita. Kejadian macam ini pernah heboh di tv, kalau nggak salah kasusnya jual beli handphone. Supplier tipe ginian emang super tega, ia bisa bikin resellernya stress, apalagi kalau harus mengganti uang customer beratus-ratus juta. Sistem dropship memang paling beresiko dengan kasus ini, makanya kudu ekstra hati-hati milih supplier. Semoga kita dijauhkan dari orang-orang macam itu ya. Aamiin.

Ditipu Pembeli. Enggak cuma penjual yang bisa nipu, pembeli juga sama. Bilangnya udah transfer, padahal belum. Atau transfer tapi enggak sesuai total yang harus dibayar. Disinilah pentingnya cek mutasi rekening bank biar kita tau si pembeli beneran udah transfer atau belum. Penipu jaman sekatang canggih-canggih jadi kudu ekstra hati-hati.

Di PHP pembeli. PHP alias pemberi harapan palsu enggak cuma berlaku dalam urusan asmara. Di dunia jual beli, PHP juga berlaku. Contohnya nih, ada calon pembeli jam tangan, sebut saja dia bunga. Si bunga banyak nanya, segala sesuatu ditanyain padahal keterangan jelas terpampang di website, maunya ini itu, minta free ongkir, minta diskon,  setelah akhirnya deal, nomer rekening udah dikasih, eh taunya hilang enggak ada kabar. Kalau ditanya jadi atau enggak malah nggak di respon. Bahasa gaulnya “Hit and Run”. Aiiih maaaak pengen nggaplok. Yang lebih parah, dengan polosnya ia berkata “maaf udah dapat di toko sebelah” atau “maaf, olshop lain lebih murah”. Dhuaaaarrrr!! Bukan rejeki, cah! Ahahaha.

Meme Hal Menyebalkan Saat Jualan Online

Pembeli nggak sabaran dan rewel. Penjual online adalah manusia biasa yang punya kesibukan selain mantengin hp dan komputer. Mereka butuh makan, minum, jalan-jalan, mejeng, godain lawan jenis, tidur, dan lain-lain. “Da kita mah apa atuuuh“. Jadi, please kita sebagai pembeli harus mengerti mereka. jangan sampai telat balas lalu pangpingpangping atau berkali-kali sms “Mbak, kok nggak dibalas?” “Gimana Mbak?” “Mana nomer resinya?” “Kok barangnya nggak sampai-sampai?” blablabla. Sabar cuy, penjual yang niatnya lurus pasti akan membalas sms/chat kita kok. Kalau masalah barang belum sampai, permasalahan ada di pihak ekspedisi, bukan penjual, kecuali mereka penipu.

Duka Jualan Online

Saya jamin, pelaku olshop senang kalau ketemu pembeli yang “taktiktok” alias nanya seperlunya dan langsung deal tanpa banyak cingcong *yaiyalaah*.

Barang jelek/cacat/lecet. Hal seperti ini bisa terjadi pada pelaku dropship. Kita nggak pernah tau bagaimana kualitas barang yang akan dikirimkan supplier. Bisa jadi di foto tampak bagus, begitu sampai di customer ternyata bahannya jelek (biasanya pakaian). Kalau supplier yang amanah, kualitas barang mereka terjamin dan tidak mengecewakan, mereka juga tidak segan-segan untuk memberikan garansi/retur barang asalkan barang tersebut memang cacat dari awal dan belum diapa-apakan oleh pembeli.

Saya sendiri beberapa kali mengalami hal kayak gini. Yaah namanya jugaa dropship, itulah resikonya. Usaha apapun ga ada yang selalu mulus. Untung rugi pasti ada, yang penting terus berusaha dan berdoa.

Tambahan

Wejangan dari kawan saya, kalau emang pengen serius jualan online, sama kayak toko offline kok, kita tetap harus menginvestasikan waktu lebih untuk mendukung kemajuan usaha. Enggak bisa seenaknya. Segala sesuatu yang baru kan perlu dirawat ekstra. Enggak cukup bikin website atau akun sosmed terus diam nunggu pembeli, kita harus mau belajar macem-macem, kecuali punya modal lebih, kita bisa sewa jasa seo, bayar iklan, dan lain-lain *saya juga masih harus banyak belajar gaeeees, maklom nubi bermodal tipis*.

Yang paling penting kalau mau fokus berwirausaha (online dan/atau offline) jangan hanya karena tren atau merasa akan memiliki banyak waktu luang. Pengusaha yang benar-benar pengusaha pasti sibuk gaes. Kata salah satu web sih gitu. Hahaha.

hmm… bener juga sih kata kawan saya itu. So, sebenarnya kalau mau mencoba fokus menjalani apapun, nggak bakal ada kata pengangguran kali ya, kan tetap produktif. Hahaha iyaa kalii yaa.

*sumber gambar: DP BBM teman

Leave a Reply