Review Novel Menikahlah Denganku

Menikahlah Denganku..

Uhuk.. Bukan kode, bukan sandi morse, apalagi curahan hati. Menikahlah Denganku adalah judul novel kedua garapan Annisa Andrie, kawan sekaligus fasilitator di Akademi Bercerita Magelang. Sedikit review (lebih tepatnya komentar) dari novel tersebut bakal saya tuangkan di postingan kali ini.

Menikahlah Denganku

Menikahlah Denganku

Menikahlah Denganku Novel

Menikahlah Denganku Novel

Menikahlah Denganku berkisah tentang percintaan Jenna dan Satura, dua anak manusia yang serius merencanakan pernikahan mereka. Pernikahan sakral dengan konsep sangat spesial dan tentunya ga mainstream. Jenna adalah seorang videographer di sebuah biro iklan, sedangkan Satura adalah pengusaha bengkel modifikasi mobil di Yogyakarta.

Awalnya pernikahan mereka diragukan oleh Mbahnya Jenna gara-gara hasil hitungan weton yang kurang baik, tapi apalah arti hitungan weton bila dua anak manusia modern sudah bertekad kuat ingin menyempurnakan separuh agamanya, toh kehidupan ada di tangan Tuhan, kan? *eaaaa.

Belum lagi konflik dengan orangtuanya membuat Jenna semakin stress sepanjang menyiapkan pesta pernikahan. Untunglah ada Satura, sang penyejuk hati yang selalu siap menjadi tempat Jenna melepas lelah. Ya, bahunya siap menopang lelah Jenna kapan saja. Seperti kalimat “Jadikan bahu ini rumahmu. Bukan saja untuk bahagiamu, tapi juga letihmu” yang berhasil membuat imajinasi koplak saya melanglangbuana ke gambar di bawah ini. Aaaaaak Mas Adaaaaam.

Adam Levine

Adam Levine

Oke, Skip!!

Seiring berjalannya waktu, tekad mereka semakin bulat. Segala macam keperluan pernikahan mereka siapkan sendiri. Mereka saling bahu membahu demi terwujudnya impian mereka. Hingga muncul sebuah kejadian yang (menurut saya) menjadi kunci pembuka konflik cerita yang sesungguhnya (selain konflik-konflik di awal cerita). Satura tertipu oleh partner bisnisnya, tabungannya terkuras, usahanya diambang kebangkrutan, dan ketika pikirannya kalut, ia nekat memanjat tebing dengan peralatan seadanya, dan akhirnya………….BRAKKK… ia terjatuh. Kejadian itu membuatnya lumpuh, termasuk ‘nyaris’ melumpuhkan usaha mewujudkan mimpi-mimpinya (bukan lumpuhkan ingatanku geisha lho ya).

***

Novel kedua Mbak Annisa ini berhasil memainkan emosi saya. Dari bahagia, sedih, haru, marah, geregetan sampai pengen nabokin tokohnya pun terlintas di benak saya. Jalan ceritanya pun penuh kejutan dan akhir ceritanya tak terduga. Untuk urusan tokoh, entah kenapa saya suka dengan tokoh Rigel (yang katanya berwajah mirip Rio Dewanto dikala bujang). Rigel adalah sahabat karib Jenna, tak kalah dengan Satura, ia pun selalu ada untuk Jenna. Sayangnya, ketampanan sekelas Rio Dewanto sedikit terpatahkan oleh kealayannya. Tapi, dibalik kekonyolan dan kealayannya ada sesuatu yang kuat yang bisa bikin wanita klepek-klepek. Itu yang saya suka. Nga-ha-ha-ha-ha.

IMG00673-20150121-18

Dan menurut saya, novel ini juga menegaskan bahwa manusia boleh bermimpi, berencana, dan berusaha semaksimal mungkin, tapi pada akhirnya takdir Tuhan-lah yang menentukan segalanya.

3 kata untuk novel ini: Top, Kece, Mengejutkan!.

Penasaran? Baca sendiri aja ya novelnya 😉 .

NB:

Kalau ada orang berkata “Menikahlah Denganku”, please, jangan GR dulu, siapa tau dia lagi baca judul novel yang sangat mengundang itu. Bukan ngajak nikah. hihihihihihi

Mau novel Menikahlah Denganku + dapat tandatangan penulisnya?? Beli di Q-Books aja, klik disini. Belanja aman di tokopedia 🙂

=====================

Judul: Menikahlah Denganku

Penulis: Annisa Andrie

Penerbit: Bentang Pustaka

Tahun: 2014

Jumlah Halaman: vi+254 Halaman

======================

2 Comments

  • Achmad Mutohar January 21, 2015 Reply

    Waaaah mungkin cuma aku yang belum baca bukunya Bu Annisa.. Pengen.. Pengen bukunya maksudnya.. 😀

    • amalia January 21, 2015 Reply

      Baca koh baca… Kl mau pinjem boleh kok, k garjo wae. 😀

Leave a Reply