Seonggok Istri Untuk Jambrong

Dulu saya sempat membahas komputer tua bernama Jambrong di postingan The Amazing of Jambrong. Postingan (ga penting) itu memang saya dedikasikan untuk benda yang setia menemani saya semenjak kuliah sampai sekarang. Disitu terlihat jelas bahwa Jambrong hanya seonggok bujang lapuk sakit-sakitan yang membutuhkan pasangan hidup. Memang jodoh sudah ada yang mengatur, kini Jambrong tak lagi sendirian.

Jambrongwati, begitulah nama istri Jambrong. Ia adalah laptop ‘tua’ warisan kakak saya (entah kenapa sebagian besar barang-barang kesayangan saya usianya tua), meski tua dan berat namun performanya masih oke, tak kalah dengan laptop ranum keluaran terbaru. Ibarat body Dian Piesesha, performanya Raisa(kiamalia) *ga nyambung blas*. Sama halnya seperti barang kesayangan lainnya, dia pun punya sejarah hidup yang cukup panjang.

Dulu sebelum jatuh ke tangan saya, Jambrongwati sempat mengalami operasi besar. Keadaannya saat itu memang terlalu tragis untuk diungkap. Keyboardnya tak lengkap sehingga harus pakai pulpen untuk memencet huruf yang hilang, lemotnya Naudzubillah, tubuhnya penuh goresan (sampai sekarang sih), dalamnya berantakan banget, virus merajalela, terakhir lcdnya kena imbas karena sering didudukin ponakan (untung ngga dapat gelar almarhumah), ah pokoknya njelei banget. Mau tidak mau tukang servis ketiban durian runtuh gegara hal itu.

acer aspire 4372z

penampakan jambrongwati dari atas

Tak lama setelah kondisinya pulih dan perkasa lagi, saya sempat mendapat hak asuh sementara atas jambrongwati dengan motif saya membutuhkan dia untuk bimbingan dan sidang tugas akhir. Nggak mungkin kan saya harus menggotong Jambrong dan kawan-kawannya ke kampus? Atas asas kekeluargaan dan rasa iba, kakak saya pun rela meminjamkan Jambrongwati demi kelancaran tugas akhir adik tercinta. Sayang, namanya saja hak asuh sementara, beres tugas akhir Jambrongwati kembali ditarik dan berpindah tangan ke adik iparnya kakak saya.

Setelah berpindah-pindah tangan, akhirnya bulan Mei 2014 kemarin, saya berhasil mendapat hak untuk memiliki Jambrongwati tanpa harus sidang adopsi di pengadilan negeri. Ah, betapa bahagianya saya bisa memberikan istri untuk Jambrong yang semakin renta. Kini tak semua tugas dilimpahkan pada Jambrong, mereka bisa bekerjasama sesuai kebutuhan. Demi mendukung penampilannya, Jambrongwati kini tampil cantik berbungkus pakaian kebesaran bermotif batik (kebesaran arti sebenarnya). Indonesia banget, kan? (padahal sih cuma buat nutupin goresan di sekujur tubuhnya).

acer notebook

jambrongwati

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, beberapa hari lalu secara mengejutkan Jambrongwati kembali menunjukkan gejala tak sehat, saya ngga bisa buka aplikasi secara normal, semua harus lewat administrator, itupun ngga semuanya bisa. Setelah saya cek, ternyata sistem imunnya diserang oleh segerombolan virus liar yang mengancam nyawanya. Bukan virus HIV, HPV, apalagi virus cinta. Mungkin karena terlalu banyak flashdisk bervirus menancap ditubuhnya atau pasukan virus menyusup lewat dunia maya atau karena antivirus yang tak pernah saya update. Tak ingin mengambil resiko lebih, saya memutuskan membawa Jambrongwati ke dokter. Kebetulan dokternya masih teman kampus dan bengkel servisnya tidak begitu jauh dari rumah.

Panas terik tak menyurutkan niat saya mengantar Jambrongwati ke dokter. Kepepet aja sih sebenernya, Jambrongwati mau saya ajak berkelana, daripada sakit ditempat orang mending diimunisasi duluan, karena mencegah lebih baik daripada mengobati, kan?. Jambrongwati pun diinstal ulang agar lebih fresh dan jreng lagi. Tak perlu dicekokin minuman berenergi roso-roso atau biskuit macan, ia sudah kembali garang. Rrrrrr.

Kini ditengah suasana ‘dahsyatnya pengantin baru’ yang lagi lucu-lucunya, semoga Jambrongwati tetap sehat dan nggak sakit-sakitan sehingga bisa mendukung Jambrong untuk tugas yang ringan-ringan (soalnya batrenya ngedrop). Begitu juga dengan Jambrong, meski sudah empot-empotan semoga dia tidak meninggalkan Jambrongwati dengan status cerai mati. Jangan banyak jajan lagi ya, nak! Kurang baik apalagi majikanmu ini sudah mencarikanmu jodoh? *elus-elus jambrong dan jambrongwati*

Leave a Reply