Super Quality Time Kami Bersama Anak-Anak Rumah Singgah Yayasan Bumi Damai

Berawal dari kegalauan saya kalau ingat Anasera, tiba-tiba muncul pikiran untuk berkunjung ke panti asuhan. Saya yakin dengan berbaur bersama mereka, kesedihan saya akan hilang. Kerinduan saya sama Anasera akan sedikit teralihkan dengan bermain bersama anak-anak panti karena saya menganggap merekapun anak-anak saya. Jujur saja, sampai detik ini pun saya masih galau gundah gulana nangis bombay kalau ingat Anasera, anak wedok yang sudah lebih dulu mencicipi surga. Insyaa Allah. Manusiawi ya? Iyain aja lah ya. hehe

Browsing sana sini nyari panti asuhan yang dekat dan banyak anak-anaknya, dapatlah beberapa list. Ngobrol-ngobrol sama Pak Bojo, dia pun ikut nyari. Jodoh ga kemana, pas iseng buka-buka grup FB, Pak Bojo nemu postingan tentang yayasan bumi damai. Dan dia pun akhirnya ingat memang ada rumah singgah di daerah Mutihan. Kami pun sepakat untuk silaturahmi ke sana.

Oh iya, sekilas tentang yayasan bumi damai. Yayasan Bumi Damai terletak di Jln. Purbayan Gg Janoko No. 1296 A Rt 58 / Rw 14 KG 3 Kotagede Yogyakarta dan didirikan oleh seorang Brigadir Polisi bernama Nur Ali Suwandi yang sekaligus menjadi sosok pengganti seorang ayah bagi anak-anak yatim di yayasan. Pak Ali adalah anggota Provost Kepolisian Polda DIY berpangkat Brigadir. Bersama dua rekannya,  Heri yang juga anggota Provost Polda dan  Dodi, ketiganya lalu berkomitmen untuk peduli terhadap anak yatim sejak tahun 2008 silam.

Pak Ali punya prinsip, jangan sampai ada tetangga atau orang yang saya kenal dalam kondisi kelaparan,” ujarnya.

Jumlah anak-anak di Yayasan Bumi Damai yang menetap sekitar 30 orang dan yang dari luar sekitar 50-an), seiring bertambahnya waktu bisa saja lebih dari itu.

Anak-anak disini kisah hidupnya dimasa kecil sudah sangat menyentuh hati. Ditinggal pergi oleh orang tua, dititipkan ke yayasan sejak bayi, tidak memiliki ayah ataupun keluarga, juga ada yang masih memiliki orang tua namun dengan kondisi sakit dan tidak mampu bekerja, serta banyak lagi.

Oke, kembali ke cerita.

Saat itu hari Minggu sore di Bulan Maret, saya lupa tanggalnya. Kami memutuskan untuk survey lokasi (dan niatnya sekalian mampir). Berangkatlah kami sehabis ashar, begitu sampai cuma lewat saja, soalnya rameee banget kayak ada acara (atau selesai acara? Entahlah). Usut punya usut ternyata hari itu peresmian yayasan bumi damai oleh Pak Kapolri. Pantesaaan dari depan gang udah ada spanduk selamat datang. Dikira mau nyambut saya dan Pak Bojo (siapa eluuuu??). Ya udah deh pulang lagi, yang penting udah tau tempatnya. Pelajarannya, Kalau mau berkunjung ke panti asuhan atau rumah singgah, sebaiknya kontak pengurusnya dulu ya biar nggak bentrok kayak gini. Hehe.

Akhirnya kami kembali lagi hari Jumat, nggak lupa sebelumnya kontak pengurus dulu. Saat itu bertepatan dengan TPA (kira-kira jam 4-an). Anak-anak lagi pada ngaji. Hari itu kami hanya ngobrol-ngobrol sama pengurusnya, yaitu Mas Alfin (kalau ngga salah. Hehehe). Dari mulai awal mula berdiri sampai kegiatan anak-anak dan lainnya.

Ada satu anak perempuan yang menyita perhatian kami. Dia lagi mewek sendirian, ternyata dia lagi bingung nyari bajunya. Gadis kecil itu bernama Tiara, berparas mungil, berhidung mancung, penyuka susu strawberry. Sekilas saya teringat Anasera, yang juga berhidung mancung, tapi buru-buru saya hilangkan perasaan itu. Biar apa? Biar ga mewek aja disana. Malu dooong udah gede mewek. Ngoook. Setelah dibujuk rayu oleh kakak-kakak pengurus, tangis Tiara pun berhenti. Dia ikut nimbrung sama kami, walau lebih banyak diajak ngobrol sama Mas Alfin biar dia ngga nangis lagi. Waktu itu kami masih kikuk, maklum pengalaman pertama, jadi kami tidak sempat bermain dengan anak-anak disana. Kunjungan pertama harus diakhiri karena hampir Maghrib dan kami masih punya tugas ngirim paketan *bakulan tetep jalan yee.

Akhir April, Alhamdulillah, Allah masih mengijinkan kami untuk menemui mereka lagi dan masih di hari Jumat sore. Kebetulan hari itu mereka free, hanya kegiatan mengaji Asmaul Husna seperti biasanya. Dan di hari itu mereka berhasil membuat saya bergetar dan merinding sa-awak-awak. Mau tau kenapa?? Yakin mau tau?? Mau tau aja atau mau tau banget?? Okelah lanjut.

Kedatangan kami disambut antusias oleh mereka. Sebenarnya kami telat dari waktu awal. Seharusnya setengah 5-an udah disana, tapi apa daya, tiba-tiba ada tamu di kios dan selanjutnya kami harus antri ngambil pesanan donat, ya sudah telat dah. Alhamdulillah, walau baru sampai jam 5 lebih (hampir setengah 6), waktunya pas mereka sudah selesai ngaji, jadi kami tidak mengganggu kegiatan mereka.

Kunjungan kali ini berbeda dengan kunjungan pertama. Kami duduk melingkar berbaur dengan anak-anak. Agak deg-degan dan grogi sih jadi sorotan anak-anak. Secara yee cuma berdua bukan sak-genk. Berasa mau kampanye pilgub. Hahaha. Anak-anak duduk dengan rapih, sementara kami ngobrol-ngobrol kecil dulu dengan pengurus. Saya dengan Mas Alfin, Pak Bojo dengan Mas…..Mas siapa ya..itu lah pokoknya. Hehe. Nggak lama adzan Maghrib berkumandang, kami memutuskan untuk sholat berjamaah. Suer tekewer-kewer, ini salah satu sholat ternikmat yang pernah saya lakukan, dimana saya beribadah diantara anak-anak yang belum punya dosa. Tak lupa kami memanjatkan doa dengan khusyuk. Merinding banget lho. Cobain deh. Ini serius, bukan hoax.

Selesai sholat, pengurus mulai membagikan donat yang kami bawa. Yap, kami hanya membawa donat dan susu UHT, sederhana, namun melihat mereka makan dengan lahapnya tuh rasanya sulit diungkapkan. Ada yang habis 2 biji, 3 biji, seru pokoknya. Setelah itu kami makan bersama. Di Yayasan Bumi Damai, makannya pakai nampan. Jadi, satu nampan untuk rame-rame. Saya makan bareng Dek Uut (bukan uut permatasari lho) dan Dek Aurel. Duhdek, berasa makan bareng artes…..Uut permatasari dan Aurel Hermansyah. Hahaha

Habis makan, kami ngobrol-ngobrol sama anak-anak dan pengurus. Ikutan anak-anak main lego, bercanda tawa bersama. Dan di akhir kunjungan, kami berfoto bersama. Semoga bulan-bulan selanjutnya kami diberi kesempatan dan rejeki oleh Allah agar dijadikan sebagai perantara-Nya untuk membahagiakan mereka. Aamiin.

Jujur, ada salah satu impian saya, saya ingin berbagi atau mengajak mereka untuk menulis, setidaknya bagi mereka yang berminat untuk berkarya lewat tulisan. Tapi, saya belum punya nyali karena saya sendiri bukan penulis dan bukan blogger sejati, saya hanya “penulis angin-anginan”. Angan-angan saya mengajak teman-teman komunitas atau yang sudah berpengalaman untuk berbagi inspirasi dengan mereka. Semoga suatu saat terwujud.

Oke, Mungkin bagi orang-orang yang sudah biasa berkegiatan sosial, hal ini ya biasa, tapi bagi kami, jujur kami sangat bahagia. Berkunjung hanya berdua (atau sekeluarga) dengan rombongan kadang beda rasanya. Dan saya yakin, orang yang sudah terbiasa pun bahagia dengan yang mereka lakukan. Dan saya ketagihan dengan hal ini. Ingin rasanya mengunjungi tidak hanya satu tempat, tapi beberapa tempat. Semoga Allah selalu memberikan rejeki dan kesehatan untuk kami dan kita semua agar kita bisa berbagai dan bermanfaat untuk orang-orang di sekitar kita. Karena, berapapun rejeki yang kita dapat, disitu terdapat hak orang lain.

Dan salah satu sumber kebahagiaan yang HQQ bukan hanya piknik apalagi mengeksiskan diri ke tempat instagramable, tapi bisa bermain bersama anak-anak seperti mereka. Mau kesana bareng? Hayuk dengan senang hati.

Dalam hadistnya Rasulullah SAW berkata, ”Bila engkau ingin agar hati menjadi lembut dan damai dan mencapai keinginanmu, sayangilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berilah dia makanan seperti yang engkau makan. Bila itu engkau lakukan, hatimu akan tenang serta lembut dan keinginanmu akan tercapai”. (HR Thabrani).

 

*NB: saya nulis ini bukan untuk pamer dan lain-lain, tetapi karena ini blog personal, jadi saya ingin berbagi pengalaman saya dan menyemangati diri saya sendiri (syukur-syukur oranglain) untuk terus semangat berbagi. Jangan hanya menbahagiakan diri sendiri, tapi hayuk kita berbagi kebahagiaan dengan mereka yang “tak seberuntung” kita. Tak perlu takut memikirkan “saya hanya punya segini, apa bisa saya berbagi? Saya malu kalau harus memberikan sedikit”. Jauhkan deh pikiran kayak gitu. Sedikit atau banyak yang penting berkah. Jangan menunggu kaya untuk membantu orang karena jika kita memikirkan orang lain maka ALLAH SWT akan memikirkan kita. Tapi kalau yang kita pikirkan adalah mantan apalagi orangnya ndablek, jeburin ke laut aja.

 

 

Yogyakarta, 28 april 2018

 

Galeri foto:

Leave a Reply